Winasa-Alit Putra Daftarkan Diri ke KPUD Bali
April 20th 2008 -
Pertarungan di Pilkada Bali dimulai.Pasangan Gede Winasa-IGB Alit Putra dari koalisi kebangkitan Bali tercatat sebagai Cagub-Cawagub pertama yang mendaftar ke KPUD Bali. Meski sebelumnya ada upaya penjegalan agar pasangan ini tak lolos ikut Pilkada.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (12/4/2008) pasangan ini mendatangai KPUD Bali di Jl Tjokorda Agung Tresna, Denpasar. Dengan menggunakan pakaian adat, serta didampingi pengurus partai pendukung antara lain dari Partai Demokrat dan PIB.
Sejatinya pasangan ini didukung oleh 13 partai yakni diantaranya Partai Demokrat, PNBK, PKPI, Pelopor, PKB, PDS, PPDI,PPDK. Koalisi ini mencapai suara 16,65 persen.
Pendaftaran mereka juga diiringi oleh puluhan pendukungnya. Mereka menggunakan pakaian kaos putih merah bertuliskan Win-Ap. Pendaftaran Win-Ap diterima oleh Ketua KPUD Bali AA Oka Wisnumurti. Dan sesuai jadwal Pilkada Bali digelar pada 9 Juli 2008.
Sementara itu Ketua KPUD Bali AA Oka Wisnumurti menyatakan akan mengembalikan berkas pasangan Cagub-Cawagub yang didukung partai politik yang sama.
“Jika ada partai politik yang mendukung banyak pasangan atau dua pasangan maka berkas pendaftaran akan kami kembalika untuk diperbaiki,” kata Wisnumurti.
Dia menambahkan KPUD akan menerima berkas tersebut jika telah diverifikasi oleh pengurus pusat parpol tersebut. “Harus ada fatwa dari DPP bahwa dukungan itu diberikan kepada pasangan mana,” tandasnya.


May 6th, 2008 at 9:12 am
ada slebaran gini benar gak neh
Winasa Mencaplok Tanah Umat Hindu dan Korup?
Winasa adalah sosok yang unik. Langkah-langkah yang diambilnya selama berkuasa di Jembrana selalu menghasilkan kontroversi. Tak sedikit penyimpangan yang dituduhkan padanya. Bebeberapa waktu lalu, misalnya, Forum Gerakan Jembrana (FGJ) melakukan demo ke PHDI, DPRD, dan Kejaksaan Negeri Jembrana membawa fakta-fakta “kecurangan” yang dilakukan Winasa. Mereka juga menduga PHDI telah bermain mata dengan Winasa.
FGJ, antara lain, menggugat penggunaan tanah milik PHDI (umat Hindu) yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit Dharma Sentana. Menurut mereka, hal ini merupakan bentuk perampasan sewenang-wenang yang dilakukan Winasa terhadap tanah milik umat. Pendemo malah menuduh Winasa telah mengangkangi tanah milik umat Hindu sejak tahun 1987. Karena itu, mereka pun memancangkan papan bertuliskan “Tanah Milik Umat Hindu” di lokasi RS Dharma Sentana itu.
Selain persoalan perampasan tanah millik umat itu, Winasa juga dituduh melakukan mark up pembelian mesin dalam proyek “Air Megumi”. Mereka menyatakan, ada tiga dugaan penyimpangan dalam proyek itu.
Pertama, dugaan adanya penyimpangan atas pengadaan mesin yang tidak sesuai dengan Kepres yang berlaku.
Kedua, mesin yang dibeli itu merupakan mesin bekas yang dibeli dengan harga Rp 6,1 miliar. Itu harga yang sangat tidak pantas. Mereka membuktikan, faktur pembelian nyata-nyata mengatakan bahwa mesin itu merupakan mesin bekas.
Ketiga, ada dugaan kolusi. Sebab, anak Winasa bernama Patria, adalah salah satu direktur PT Dairin di Indonesia yang menjadi pemasok mesin bekas itu.
Pendemo juga menuduh Winasa melakukan pembukuan APBD ganda. Mereka mengemukakan fakta, pembukuan APBD ganda itu dibuat bertanggal sama, mencantumkan sumber pendapatan dan pengeluaran yang sama, tetapi pos-pos dan sub-sub pembelanjaan berbeda.
May 6th, 2008 at 9:23 am
saya pendukung winasa karena dia adalah sang revolusioner….. saya katakan begitu karena pak win beragama HINDU dan istrinya beragama ISLAM hajah lagi….
saya mempunyai nasib yang sama saya Islam cowo saya Hindu… saya mendoakan pak WI AP menang karena saya berharap saya nanti bisa menikah dengan beda agama dan tidak dipersulit ama Kantor catatan sipil
sekarang banyak orang mempermasalahkan hubungan pak Winasa dan ibu Ani lestari… yang mempermasalahkan itu adalah orang yang kurang kerjaan… karena agama itu ADALAH SAMPAH menurut saya… makanya Saya mendukung PAK WIN AP… perjuangkan nasip kami yang mengalami nasib CINTA BEDA AGAMA
hidup WINAP